Perang Asimetris, Bentuk Perang Baru

Perang Asimetris, Bentuk Perang Baru


Dewan Riset Nasional (DRN)
Komisi Teknis Pertahanan dan Keamanan mengadakan loka karya berjudul, Suatu Pemikiran tentang Perang Asimetris (Asymetric Warfare), di Jakarta, Kamis (10/7). Loka karya ini bertujuan untuk menyosialisasikan pemahaman mengenai perang saimetris kepada masyarakat.


Loka Karya ini menghadirkan tiga pembicara, yaitu, pengajar dari FISIP UI Tamrin A Tamagola, alumni Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) Fayakun Andriadi, dan Kepala Pusat Teknologi Elektronika Dirgantara Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Toto Mamanto Kadri.

Dalam paparannya, DRN menjelaskan, perang asimetris adalah suatu model peperangan yang dikembangkan dari cara berpikir yang tidak lazim, dan di luar aturan peperangan yang berlaku, dengan spektrum perang yang sangat luas dan mencakup aspek-aspek astagatra (perpaduan antara trigatra -geografi, demografi, dan sumber daya alam, dan pancagatra -ideologi, politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Perang asimetri selalu melibatkan peperangan antara dua aktor atau lebih, dengan ciri menonjol dari kekuatan yang tidak seimbang.

Indonesia sendiri sebenarnya memiliki daftar panjang dijadikan sasaran perang asimetri. Sejak proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, Indonesia terus melakukan perang asimetri terhadap pendudukan Belanda hingga 1950, Gerakan Aceh Merdeka (GAM), krisis Timor-Timur, Gerakan Pengacau Keamanan di Papua, dan lainnya.

Tamrin, dalam presentasinya berjudul “Perang Asimetris, Tanggapan dan Penajaman”, membahas mengenai ancaman asimetris di bidang sosial-budaya dan agama.

Yang pertama adalah tidak meratanya persebaran suku-suku di Indonesia. Seperti diketahui, di Indonesia terdapat 653 suku bangsa. Akan tetapi dari Sumatra hingga Jawa (kecuali Sumatra Selatan) hanya terdapat beberapa suku mayoritas. Sebaliknya di Kalimantan, Su lawesi, dan Papua, banyak sekali suku bangsa yang menghuni satu kota. Bahkan setengan dari jumlah suku bangsa berada di Papua. Ini dapat menjadi ancaman disintegrasi.

Ancaman lainnya, bangunan keras: demokratisasi, desentralisasi, dan pemekaran wilayah. Desentralisasi pada saat ini, kata Tamrin, sudah kebablasan. Pemekaran juga luar biasa. Di Lombok misalnya, dari sembilan menjadi 18 kelurahan. Banyak sekali gubernur-gubernur yang tidak berkinerja.

Yang terakhir adalah bangunan lunak: kebangsaan, konstitusi, negara dan agama. Menurut Manuel Castells di dalam bukunya, The Power of Identity: The Information Age Economy, Society and Culture, kata Tamrin, dahulu negara adalah pihak satu-satunya yan g memiliki kekuasaan untuk mengatur dan memaksa. Namun sekarang, negara mendapat saingan kelompok yang bahkan membuat negara tidak berkutik, yaitu terorisme lokal, fundamentalis agama dan suku.

Fayakhun Andriadi, yang membawakan presentasi “Asymetric Warfare Strategy”, memaparkan mengenai pengaruh teknologi informasi dan komunikasi terhadap perang asimetris. Menurut dia, teknologi informasi dan komunikasi semakin meningkat, dan menduduki peranan utama dalam kehidupan sehari-hari. Karenanya, teknologi informasi telah menjadi sesuatu yang bernilai sekaligus dapat menjadi senjata perusak.

“Sekarang ini, lini pertempuan akan bergeser ke lini informasi. Bombardir informasi akan membentuk citra yang tertanam di kawasan lawan dan akan melemahkan posisi lawan,” katanya.

Ia mencontohkan ketika Amerika Serikat (AS) dan Uni Soviet terlibat perang dingin yang memuncak di tahun 1980-an. Sungguh naif jika dikatakan Soviet hancur secara alamiah. Justru, AS melancarkan asymetric warfare terhadap Soviet. Amerika dan negara-negara barat pandai memainkan strateginya dalam perang informasi yang lebih bersifat psychological warfare. Secara ideologi, kemunculan glasnost dan perestroika sudah berhasil menyerang ideologis komunis yang telah lama menjadi perekat kesatuan Soviet.

Pembicara terakhir, Toto Marnanto Kadri, memaparkan pengaruh satelit terhadap perang asimetris. Menurut dia, satelit dapat digunakan untuk kepentingan pertahanan dan keamanan, dan memiliki fungsi untuk mengambil potret sinoptik pada daerah konflik, jaringan informasi, pusat komando, pendeteksi serangan misil balistik asing

Harkat Wanita

HARKAT WANITA

“Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kalian dari diri yang satu, dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain dan (peliharalah) hubungan silaturrahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (QS: An-Nisa :1)

Allah SWT menjadikan sepasang manusia pria dan wanita sebagaimana Allah menciptakan ciptaan lainnya berpasangan pula. Ada siang, ada malam, ada bumi ada langit dst. Masing-masing diciptakan berbeda sesuai dengan kodratnya, dan yang paling mulia disisi Allah adalah yang paling bertaqwa di antara mereka ( QS : Al-Hujurat:13 dan Al-Imran:195 ). Karena itu peran masing-masing diatur oleh Islam agar tidak melebihi porsinya yang berarti hilang keseimbangannya. Kalau dalam abad kegelapan atau jahiliyah, wanita tidak mendapat tempat yang layak seperti diceritakan oleh (QS : An-Nahl:58-59). Islam telah mengangkat harkat wanita dan menjadikannya pendamping pria.
Oleh :

Al-Islam – Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia

Monitor Dari Nata De coco

Layar Monitor Terbuat dari bahan Nata De coco

Mungkin sulit dibayangkan jika nata de coco yang biasa kita makan, suatu saat muncul di hadapan kita dalam bentuk layar televisi atau monitor komputer. Tapi para ilmuwan dari Kyoto University telah menemukan bahwa ternyata nata de coco dapat diolah menjadi material baru yang sangat kuat dan tahan panas, tetapi sekaligus lentur, dan mampu men-transmisi-kan cahaya. Salah satu produk yang mungkin dihasilkan dari nata de coco adalah layar monitor. Tidak percaya?
Nata de coco selama ini memang dikenal sebagai makanan yang sangat digemari masyarakat. Selain murah dan gampang dibuatnya, ternyata kandungan seratnya bisa memperlancar saluran pencernaan. Pembuatannya hanya melalui proses fermentasi air kelapa dengan menggunakan bakteri jenis Acetobacter xylinum. Jadi, tidak terbayangkan sebelumnya jika makanan yang begitu sederhana bisa diolah menjadi bahan baku industri yang lain.

Menurut para peneliti dari Lab of Active Bio-based Material-Kyoto University, nata de coco dapat dijadikan komposit yang sangat kuat dengan teknik pengolahan yang cukup sederhana. Lembar nata de coco yang sudah dihilangkan airnya dicelupkan terlebih dahulu ke dalam perekat polifenol formaldehid dengan berat molekul rendah. Setelah melalui proses pengeringan kemudian dipres panas pada suhu 180oC selama 10 menit sehingga akan dihasilkan komposit yang sangat kuat.

Material komposit tersebut mempunyai keteguhan patah (bending strength) 450 MPa, dengan kerapatan 1.4 g/cm3. Kekuatan ini lebih baik bila kita bandingkan dengan kekuatan baja campuran (Mg alloy AZ-91) yang mempunyai keteguhan patah sekitar 370 Mpa (kerapatan 1.8 g/cm3). Bahkan kekuatan komposit tersebut dapat disetarakan dengan kekuatan baja ringan SS400 (kerapatan 7.8 g/cm3) yang mempunyai keteguhan patah sekitar 500 MPa.

Komposit nata de coco bisa memiliki kekuatan yang sangat baik karena nata de coco memiliki microfibrils yang seragam dengan ukuran fiber kurang dari 10 nm, lurus serta membentuk jaringan seperti jaring laba-laba. Kekuatan jaringan inilah yang menjadikan komposit nata de coco mendekati kekuatan baja ringan namun dengan kerapatan yang jauh lebih rendah bila dibandingkan baja ringan. Keunggulan tersebut memungkinkan komposit nata de coco untuk dimanfaatkan dalam berbagai aplikasi seperti industri otomotif, elektronik, maupun konstruksi. Selain keunggulannya yang ringan, kuat, murah dan mudah dalam proses pembuatannya, keunggulan lainnya adalah komposit tersebut dibuat dari bahan alami (renewable resources) yang ketersediaannya di alam sangat melimpah.

Tidak hanya sampai di situ, komposit nata de coco bahkan memiliki sifat transmitter cahaya seperti kaca. Berdasarkan penemuan mutakhir dari para peneliti Kyoto University, ukuran fiber dari nata de coco yang berskala nano, memungkinkannya untuk mentransmisikan cahaya tanpa pembelokan. Sifatnya nyaris seperti kaca dengan keunggulan lebih tahan terhadap panas dan memiliki kelenturan seperti plastik. Hal ini menjadikan komposit nata de coco sebagai material impian dengan berbagai keunggulan.

Prinsip pembuatannya cukup sederhana, lapisan nata de coco dihilangkan airnya sehingga berbentuk lembaran seperti kertas. Setelah dikeringkan menggunakan vacuum oven, lembaran tersebut masih belum transparan karena masih mengandung rongga udara, sifat transparan dihasilkan setelah rongga udara diisi oleh senyawa resin yang mempunyai sifat transparan seperti resin akrilik. Selanjutnya dilakukan pematangan dengan menggunakan sinar UV, sehingga dihasilkan lembaran yang transparan.

Dengan berbagai sifat yang unggul seperti transparan, ringan, fleksible dan mudah dibentuk menjadikan komposit berbahan dasar nata de coco mempunyai potensi untuk dimanfaatkan sebagai layar monitor, kaca jendela mobil ataupun jendela kereta api. Di Jepang sendiri, saat ini pemanfaatan komposit tersebut sedang diaplikasikan dalam skala industri bekerjasama dengan pihak swasta. Diharapkan dalam waktu dekat, kita bisa menikmati layar monitor komputer yang lentur seperti plastik namun tahan panas seperti gelas. Bahkan tidak menutup kemungkinan nantinya kita akan memakai kacamata yang terbuat dari komposit nata de coco apabila komposit tersebut dikembangkan untuk alat optik.

Lalu bagaimana dengan pengembangan dan pemanfaatannya di Indonesia? Sebenarnya Indonesia dapat dikatakan sangat diuntungkan dengan melimpahnya ketersediaan nata de coco. Produksinya bersifat ramah lingkungan dan menguntungkan banyak rakyat kecil karena bisa dikerjakan dalam skala home industri. Pengembangan teknologi industri berbahan dasar nata de coco di Indonesia bisa jadi memiliki prospek cerah mengingat industri elektronik dan otomotif di Jepang mampu menyerap hasilnya.

Jepang, walaupun tidak memiliki sumber daya alam yang besar seperti Indonesia dan hanya mengimpor nata de coco dari Filipina, namun mampu mengembangkan nata de coco menjadi material yang prospektif dengan kemungkinan aplikasi yang luas. Jika teknologi ini bisa dikembangkan di Indonesia, bukan tidak mungkin Indonesia akan dapat menjadi penyedia komposit ini untuk berbagai aplikasi.

Oleh : LIsman Surya Negara

Penulis adalah alumni Kimia IPB yang sekarang menjadi peneliti di Lab. Biokomposit, UPT Biomaterial-LIPI, Cibinong. Saat ini sedang tugas belajar di Lab. of Active Bio-based Materials, RISH, Kyoto University sebagai Doctoral student dengan bidang penelitian: bio-nanocomposite, polylactic acid, microfibrillated cellulose email: l_suryanegara (at) yahoo.com

KEANEHAN PADA WINDOWS BISA DITELUSURI SECARA ILMIAH

KEANEHAN PADA WINDOWS BISA DITELUSURI SECARA ILMIAH

Magic 1 : tidak bisa membuat folder CON

Jawaban :

Con adalah salah satu default reserved driver name dalam OS DOS dan Windows, yang tidak dapat digunakan sebagai nama file ataupun folder. Driver name lainnya adalah (case insensitive):

  • CON : Keyboard and display
  • PRN : System list device, usually a parallel port
  • AUX : Auxiliary device, usually a serial port
  • CLOCK$ : System real-time clock
  • NUL : Bit-bucket device
  • A:-Z: : Drive letters
  • COM# : #th serial communications port
  • LPT# : #th parallel printer port

Nama-nama tersebut tidak dapat digunakan sebagai nama file atau folder yang dibuat dengan cara yang normal. Artinya tetep bisa dibuat, tapi menggunakan cara yang

tidak normal

Coba buka command promp windows (cmd.exe), kemudian ketik perintah berikut untuk membuat folder con

menggunakan cara yang tidak normal Coba buka command promp windows (cmd.exe), kemudian ketik perintah berikut untuk membuat folder con.

Code: Select all

md .\con\

atau

Code

md \\.\d:\con

Untuk menghapusnya juga tidak bisa dengan cara normal. Gunakan perintah berikut untuk menghapus folder con.

Code

rd .\con\

atau

Code:

rd \\.d:\con

cara tersebut juga bisa digunakan untuk menghapus folder/file yang error, yang tidak bisa dihapus dengan cara normal.

Magic 2 Masalah di Note pad “Azmi ajo tri qting”

Jawaban

Ini adalah salah satu bug lama Notepad yang sudah diperbaiki di Windows Vista Bug ini terjadi jika kita mengetikkan sebuah kalimat dengan format:

1 kata dengan 4 huruf, 2 kata dengan 3 huruf dan 1 kata dengan 5 huruf

(xxxx xxx xxx xxxxx). Huruf dapat mengunakan huruf kecil, kapital ataupun angka. Spasi dapat digantikan dengan tanda baca lainnya (titik, koma, dll).

Notepad salah dalam membaca encoding yang digunakan. Encoding default notepad adalah ANSI, namun ketika membaca file dengan format diatas, notepad mengira encodingnya adalah Unicode. Kesalahan ini berasal dari fungsi IsTextUnicode dalam library Win32 API.
Untuk bisa membaca file teks tersebut, bukalah file dari menu open, pilih encoding ANSI.

Format lainnya yang diketahui bermasalah: .xxx.xxx.xxx.xxx
Titik bisa digantikan tanda baca lain, x dapat digantikan huruf atau angka lain

Magic 3 Masalah di MS Word Mengetik =rand(200,99)

1. Buka program Microsoft Word dan ketik: =rand (200, 99)
2. kemudian anda ENTER

Jawaban

=rand (200, 99)

200 = 200 Paragraph
99 = 99 x Mencetak “The quick brown fox jumps over the lazy dog.”

Jadi kalo kita ketik =rand(5,1) lalu enter
Yang muncul

The quick brown fox jumps over the lazy dog.
The quick brown fox jumps over the lazy dog.
The quick brown fox jumps over the lazy dog.
The quick brown fox jumps over the lazy dog.
The quick brown fox jumps over the lazy dog

Sumber:
http://blogs.msdn.com/oldnewthing/archive/2007/04/17/2158334.aspx
http://support.microsoft.com/kb/74496/en-us
http://support.microsoft.com/kb/315226/en-us

Kemunafikan

K

emunafikan adalah penyakit kronis yang membahayakan. Ia tumbuh diatas dua akar: akar kedustaan dan riya’, sumber airnya dari dua mata air: Mata air lemahnya mata hati dan lemahnya tekad. Maka apabila ru-kun–rukun yang empat ini telah sempurna niscaya pohon akan kokohlah pohon kemuna-fikan dan bangunannya sehingga terkadang seseorang dipenuhi olehnya tanpa sadar. Ke-munafikan adalah perkara yang sangat ter-sembunyi dari kebanyakan manusia, sebab dia menyangka sebagai reformis padahal jus-tru penyebab kerusakan.

Allah telah menyibak tabir–tabir mereka di dalam Al Quran dan memaparkan keadaan mereka kepada para hambaNya agar waspada dari kemunafikan dan para pelakunya. Demi Allah wahai saudaraku, kalau kita perhatikan berapa banyak kerusakan yang terjadi karena keberadaan mereka, betapa banyak benteng–benteng Islam yang begitu kokoh yang mere-ka hancurkan. Berapa banyak panji-panji Is-lam dimana–mana meraka turunkan. Berapa banyak penyakit-penyakit syubuhat yang me-reka tebarkan diladang pertanian yang subur untuk mematikan kesuburannya.

Islam dan pemeluknya senantiasa didalam fitnah dan cobaan atas kehadirian mereka. Mereka senantiasa menebar racun syubuhat dengan perlahan tapi pasti dan mereka me-nyangka telah melakukan perbaikan. Kalau orang–orang beriman berkata:

Dan apabila dikatakan kepada mereka janganlah kalian membuat kerusakan dimuka bumi ….” maka mereka menjawab “Kami orang–orang yang melakukan perbaikan(QS. Al Baqarah : 11)

Tanda–tanda keimanan telah sirna dari hati mereka sedangkan mereka tidak meng-etahui. Ikatan–ikatan iman mulai lapuk tapi mereka tidak berusaha untuk memperbarui. Telah terjadi gerhana yang gelap dihati mere-ka antara pemikiran dan ide-ide sesat mereka, tetapi mereka tidak menyadarinya. Namun Allah menceritakan jati diri mereka dengan berfirman “Ingatlah sesungguhnya mereka itulah yang membuat kerusakan, tetapi mere-ka tidak sadar(QS. Al Baqarah : 12)

Wahai saudaraku, Mereka orang–orang munafiq itu mengenakan pakaian iman na-mun hati mereka adalah hati para pelaku pe-nyimpangan. Dhohir mereka adalah dhohir para penolong agama, sedangkan hatinya condong kepada orang kafir. Lisannya adalah lisan orang yang menerima sedang hati mere-ka adalah hati orang yang memerangi.

Mereka orang munafiq berkata: “kami beriman kepada Allah dan hari Akhir, pada-hal meraka itu tidak beriman(QS. Al Baqa-rah: 8). Masing–masing mereka memiliki dua wajah, satu wajah untuk bertemu dengan orang–orang beriman dan wajah yang lainnya untuk bertemu dengan orang–orang yang menyimpang.

Mereka keluar untuk berniaga, berbisnis dengan bisnis yang besar dengan modal tipu daya dimedan yang gelap gulita. Mereka me-ngendarai bahtera syubhat dan keraguan yang berlayar dilautan kegelapan ditengah-tengah ombak khayalan. Maka dengan izin Allah bahtera mereka diombang-ambingkan oleh badai, lalu badai itu menghancurkan bahtera mereka dan seluruh perniagaan mereka, kemudian mereka mengalami kerugian yang besar. Sebab mereka telah menjual hidayah dan membeli kesesatan.

“Mereka itulah orang–orang yang mem-beli kesesatan dengan hidayah (petunjuk), maka tidaklah beruntung perniagaan mereka dan tidaklah mereka mendapatkan petunjuk ” (QS. Al Baqarah : 16)

Hati mereka telah rusak dengan syubuhat dan syahwat. Hidayah telah mereka jual dengan kesesatan, sehingga mereka sudah ti-dak dapat lagi mendengar seruan penyeru ke-pada jalan iman. Mata hati mereka telah dipe-nuhi dengan kabut kebutaan, sehingga mere-ka sudah tidak dapat lagi memahami hakekat Al-Qur’an. Lisan–lisan mereka terasa berat untuk melafalkan ayat–ayat Al-Qur’an. Mere-ka itu tuli bisu dan buta terhadap kebenaran ayat Al-Qur’an.” Mereka tuli, bisu dan buta maka tidaklah mereka kembali kepada jalan yang benar(QS. Al Baqarah : 18).

Wahai saudaraku, inilah sikap mereka jika dibawakan wahyu. Tidaklah mereka men-dengar ayat-ayat Allah melainkan seperti mendengar petir. Ancaman dan perintah yang harus dikerjakan terasa berat dihati mereka. Oleh karena itu, apabila mendengar firman Allah mereka menyumbat telinga mereka dengan jari mereka, dan menyelimuti wajah mereka dengan baju mereka, apabila perlu mereka lari sekencang–kencangnya untuk menghindar dari seruan wahyu Ilahi.

Atau seperti orang–orang yang ditimpa hujan lebat dari langit disertai gelap gulita, guruh dan kilat, mereka menyumbat telinga-nya dengan jarinya, karena mendengar sua-ra petir, sebab takut akan mati. Dan Allah meliputi orang–orang kafir (QS. Al Baqa-rah: 19).

Mata hati mereka lemah tidak mampu me-nampung air hujan berupa kilatan cahaya dan kekuatan maknanya. Telinga–telinga mereka tidak sanggup menerima hentakan janji, anca-man, perintah dan larangan-Nya, maka spon-tan mereka bangkit keheranan didalam lem-bah–lembah kesesatan. Pendengarannya tidak dapat mengambil manfaat demikian pula penglihatannya tidak dapat mengambil petun-juk.

Wahai saudaraku yang ingin mengenal mereka (orang munafiq), ambillah sifat – sifat orang munafiq dari ayat Rabb semesta alam yang mana engkau tidak membutuhkan dalil lagi setelahnya:

Yaitu orang–orang yang menunggu- nunggu (peristiwa) yang akan terjadi pada diri kalian (hai orang-orang beriman) maka jika kalian memperoleh kemenangan dari Allah mereka berkata: “bukankah kami (turut berperang) berserta kamu?” Dan jika orang-orang kafir mendapat keberuntungan (keme-nangan) mereka berkata: “bukankah kami tu-rut memenangkanmu, dan membela kalian dari orang-orang mukmin?” Maka Allah akan memberi keputusan diantara kamu di hari kiamat dan Allah tidak sekali-kali mem-beri jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang beriman (QS. An Nisa': 141). Mereka demikian tidak me-miliki prinsip dan mereka memihak kepada yang menguntungkan mereka saja, tanpa mempedulikan harus mengorbankan iman.

Dalam berbicara wahai saudaraku, engkau akan terpukau dengan gaya bahasanya dan kelembutannya. Mereka demikian pandai mengatur kata merangkai kalimat menjadi se-buah argumentasi yang seolah-olah benar. Padahal mereka sedang tidur dari kebenaran dan giat dalam kebathilan, maka perhatikan-lah sifat mereka dalam firman Allah berikut:

“Dan diantara manusia ada yang uca-pannya tentang kehidupan dunia menarik ha-timu, dan dipersaksikannya kepada Allah apa yang ada didalam hatinya, padahal ia adalah penentang yang paling keras” (QS. Al Baqa-rah : 204).

Mereka adalah makhluk yang paling in-dah fisiknya, paling tangkas lisannya dan pa-ling lembut tutur katanya. Namun mereka memiliki hati yang paling lemah. Mereka ba-gaikan kayu yang bersandar yang tidak ber-buah. Ini kiasan bagi orang yang baik kondisi fisiknya namun kosong batinnya dari nilai iman sebagai mana firman Allah berikut ini :

Dan apabila kamu melihat mereka, tu-buh-tubuh mereka menjadikan kamu kagum. Dan jika mereka berkata kamu mendengar-kan perkataan mereka, mereka adalah se-akan-akan kayu yang tersandar, mereka mengira bahwa setiap teriakan yang keras ditujukan kepada mereka. Mereka itulah mu-suh (yang sebenarnya) maka waspadalah kepada mereka, semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka sampai dipa-lingkan (dari kebenaran)?” (QS. Al Munafi-qun : 4).

Orang munafiq itu dalam hal ibadah se-nantiasa mengakhirkan sholat dari awal wak-tunya sampai keluar batas akhir waktu sholat. Sholat mereka mematuk-matuk seperti bu-rung gagak. Mereka tidak menyaksikan sho-lat berjamaah, bahkan jika salah seorang ada diantara mereka mengerjakan sholat ia kerja-kan dirumah dengan malas. Apabila dipasar ketika berdagang ia kurangi timbangan bila berjanji dia ingkar, bila berkata dia dusta, bila diberikan amanat dia khianat. Demikianlah mua’amalah mereka bersama dengan makh-luk dan dengan Kholiq (pencipta).

Wahai saudaraku, perlu engkau ketahui pula bahwa mereka orang munafiq itu apabila melihat ahli iman memperoleh karunia beru-pa kesehatan kemenangan dalam peperangan maka hal itu membuat susah mereka. Namun apabila Ahli iman mendapat bencana ujian yang mana ujian itu akan meleburkan dosa-dosa mereka, maka mereka orang munafiq demikian bahagia dan bersyukur. Ambillah sifat mereka ini dalam ayat berikut :

Jika kamu memperoleh kebaikan maka hal itu membuat mereka tidak senangdan jika kamu ditimpa oleh suatu bencana, mereka berkata: sesungguhnya kami sebelumnya te-lah memperhatikan urusan kami (tidak ikut berperang), dan mereka berpaling dengan rasa gembira. (QS. At-Taubah: 50).

Maka kita katakan kepada mereka seba-gaimana firman Allah pada ayat berikutnya “Katakanlah: sekali-kali tidaklah menimpa kami melainkan apa yang sudah Allah tetap-kan bagi kami. Dialah pelindung kami dan hanya kepada Allahlah orang-orang beriman harus bertawakkal” (QS. At-Taubah: 51)

Sebenarnya Allah membenci ketaatan me-reka, disebabkan oleh busuknya hati mereka dan rusaknya niat-niat mereka sehingga Allah menjadikan mereka berat untuk melakukan ketaatan, dan Allah mengusir mereka dari ba-risan kaum muslimin karena keberadaan me-reka dimedan dakwah dan jihad tidak mem-bawa kebaikan melainkan akan menyengsara-kan dan melemahkan barisan kaum muslimin. Allah menjelaskan hal ini kepada orang-orang yang beriman dalam firman-Nya :

Dan jika mereka mau berangkat (berpe-rang) tentulah mereka menyiapkan persiapan untuk keberangkatan itu, tetapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka, maka Allah melemahkan keinginan mereka dan dikatakan kepada mereka “Dan tinggallah kamu bersa-ma orang-orang yang tinggal itu “(QS. At- Taubah: 46)

Kemudian Allah menyebutkan hikmahnya di dalam melemahkan keinginan mereka yaitu bahwa mereka tidak menambah selain kerusakan belaka dan berusaha menyebarkan fitnah serta memecah-belah persatuan kaum muslimin dengan menumbuhkan permusuhan diantara mereka. Padahal di kalangan kaum muslimin ada yang mereka lemah akalnya dan mudah tertipu. Kalau keadaaan mereka orang munafiq itu seperti ini, maka seperti apakah kalau mereka ikut bersama kaum muslimin dalam barisan dakwah. Maka tepatlah Al-Qur’an menjelaskan sebagai beri-kut :

“Jika mereka berangkat bersama-sama kamu, niscaya mereka tidak menambah kamu selain dari kerusakan belaka, dan tentu mere-ka akan bergegas maju ke muka di celah-ce-lah barisanmu, untuk mengadakan kekacauan diantara kamu, sedang diantara kamu ada orang-orang yang senang mendengarkan perkataan mereka. Dan Allah mengetahui orang-orang yang zalim” (QS. At-Taubah: 47)

Wahai saudaraku, itulah uraian tentang sifat orang–orang munafiq, sifat mereka tidak dapat disebutkan semuanya. Demi Allah wahai saudaraku, sisa lain yang belum ter-sampaikan di tulisan ini jauh lebih banyak. Hampir-hampir semua isi Al-Qur’an berbi-cara tentang mereka dan karakter serta sifat mereka. Karena jumlah mereka yang begitu banyak sampai didalam kuburpun tidak ter-sisa satu jengkal tanahpun melainkan mereka ada agar orang beriman tidak merasa kesepi-an. Suatu ketika Hudzaifah mendengar sese-orang berdoa: Ya Allah binasakanlah orang-orang munafiq. Maka beliau berkata: “wahai anak saudaraku, seandainya orang-orang mu-nafik binasa niscaya kalian akan kesepian di jalanan kalian karena sedikitnya (orang-orang yang beriman.

Wahai saudaraku, satu hal yang paling

mendasar dari tujuan penulisan tema ini ada-lah supaya saya dan engkau senantiasa was-pada dari sifat kemunafikan mereka, sebab kalau kita cermati semua dari ulama’ terdahu-lu dari kalangan para sahabat demikian takut akan terjangkit kemunafikan ini. Berikut riwayatnya: “Umar Ibnul Khottob bertanya kepada Hudzaifah: wahai Hudzaifah, aku bersumpah kepada Allah terhadap dirimu, apakah Rasulullah menyebutkan kepadamu bahwa aku termasuk orang yang munafiq Beliau berkata: Tidak, dan aku tidak membe-rikan tazkiyah kepada siapapun setelahmu

Dan ada riwayat dari Ibnu Abi Mulaikah berkata: aku telah berjumpa dengan sekitar 30 orang sahabat Nabi semuanya khawatir terhadap dirinya masing-masing akan sifat kemunafikan“.

Demi Allah wahai saudaraku, hati para sahabat telah dipenuhi dengan keimanan dan keyakinan. Rasa takut mereka kepada kemu-nafikan begitu besar. Sedangkan kita wahai saudaraku, kebanyakan imannya tidak mam-pu melewati kerongkongan mereka. Namun terkadang kita mendakwahkan diri bahwasa-nya iman kita sama dengan imannya Jibril dan Mikail.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.